Rabu, 06 Juni 2012

Wallpaper Aremania Indonesia Cyber Online EDITION PERTAMA





Alain N’Kong Bisa Tampil Lawan Deltras


Meski ada 1 pemain yang tertimpa cedera, namun ada juga kabar bagus datang untuk Arema ISL terutama mengenai kondisi dari pemain asingnya, Alain N’Kong. 

Pemain asal Kamerun ini kembali cedera saat Arema ISL mengalahkan Persidafon dengan skor 4-0. N’Kong saat itu harus ditarik keluar dan digantikan oleh Dendi Santoso. Seharusnya partai melawan Persidafon itu menjadi debut baginya setelah absen di beberapa laga karena cedera saat melawan PSPS.

Sempat dikhawatirkan akan kembali istirahat lama, namun ternyata N’Kong hanya butuh untuk pemulihan dan dipastikan bisa kembali tampil lawan Deltras Sidoarjo (12/06) di stadion Kanjuruhan Malang. Mantan pemain Atjeh United ini juga sudah menjalani latihan rutin bersama rekan-rekannya.

“N’Kong sudah oke. Dia sudah latihan lagi. N’Kong juga sudah tidak merasakan sakit lagi,” fisioterapis Arema ISL, Yanuar Fadly.

Namun Yanuar juga memastikan, kondisi N’kong yang baru saja sembuh dari cedera paha, belum dapat bermain penuh selam 90 menit. Diprediksi N’kong hanya dapat bermain sekitar 45 menit saja.

“Kalau melihat kondisinya hari ini, dia paling main 45 menit. Tapi saya optimis kondisinya lebih baik sebelum lawan Deltras,” ungkapnya.

Skuad Singo Edan sebenarnya tetap membutuhkan sosok pembagi bola seperti Alain N’Kong meski di beberapa partai terakhir tanpanya pun Arema ISL mampu meraih kemenangan. Justru dengan kehadiran N’Kong akan menambah daya dobrak lini depan yang saat ini juga semakin produktif.

#Salamsatujiwa

Via : Ongisnade Net

Selasa, 05 Juni 2012

Munhar-Patrick Solid, Hesketh Tenggelam


Moncernya permainan Arema Indonesia pada lima laga terakhir membuat posisi Singo Edan di klasemen untuk sementara aman dari jeratan degradasi.
Namun penampilan apik para penggawa Arema tak serta merta membuat para pemain lepas dari sorotan. Salah satu pemain yang mendapatkan "perhatian" adalah ekspatriat asal Australia. Steve Hesketh.
Pemain yang bergabung sejak awal musim ini terus tenggelam namanya seiring penampilan tidak konsisten yang ditunjukkannya selama putaran kedua berjalan. Beda dengan saat putaran pertama di mana mantan pilar Perth Glory tersebut mencatat caps penampilan sebanyak 15 kali.
Penampilan tak konsisten tersebut memang membuat dirinya harus merelakan tempat utama diambil oleh pemain lain. Entah Johan Ibo, Khusnul Yuli, Alfarizie atau bahkan Nurul Mauludi yang dipasang untuk menggantikan pemain berusia 23 tahun tersebut.
Dengan semakin merosotnya kepercayaan pelatih, bukan tidak mungkin pemain yang akrab dipanggil Steve itu bakal semakin sulit menembus skuad inti. Terlebih kini performa Munhar dan Johan Ibo tengah moncer sebagai pilihan pendamping Seme Patrick di lini belakang.
Bukan berarti Hesketh tidak bagus. Semua pemain punya peluang yang sama. Kita namakan ini persaingan sehat. Siapa yang dinilai lebih siap, dia yang diturunkan, ungkap pelatih Arema, Suharno

Ijen Enggan Cairkan Rp 3,5 M kalau Tanpa Jaminan


Harapan 24 pemain Arema menikmati gaji sesuai kontrak 2011-212, tampaknya masih abu-abu. Pasalnya, hingga kemarin, Ijen Nirwana belum berani mencairkan dana Rp 3,5 miliar miliknya karena tidak ada jaminan dari perusahaan kelompok Bakrie Grup di Jatim.

‘’Dia (Ijen Nirwana) ada uang cash Rp 3,5 miliar untuk bayar pemain. Tapi, Ijen Nirwana tidak berani mencairkan karena uang Rp 3,5 miliar itu bukan menjadi kewajiban dia,’’ tutur sumber MP dikalangan investor yang wanti-wanti tidak dikorankan namanya, kemarin malam.

Secara detail dan panjang lebar, sumber yang mengetahui mengaku persis kondisi keuangan Arema ini, mencoba memaparkannya. Mulai dari asal muasal munculnya angka Rp 3,5 miliar sampai macetnya gaji pemain dan sisa bayar kontrak pemain Arema di putaran kedua.

Sesuai klausul dalam Memorandum of Understanding (MoU) masa kompetisi 2011-2012 disebutkan bahwa kebutuhan gaji pemain, gaji asisten pelatih, pelatih dan juga uang sisa kontrak disepakati sebesar Rp 4,5 miliar. Angka sebesar ini akan dikucurkan oleh Ijen Nirwana, Malang.

Tetapi, untuk mengucurkan dana Rp 4,5 miliar ini Ijen Nirwana tidak sendirian. Sebaliknya, yang menjadi kewajiban riil Ijen Nirwana hanya Rp 1 miliar. Sisanya, Rp 3,5 miliar ditanggung perusahaan Bakrie Grup yang ada di Jatim, misalnya, PT Minarak Lapindo Jaya dan lima perusahaan lainnya.

‘’Karena merasa nama Ijen Nirwana menjadi pioneer pendanaan Arema dan dijatah Rp 1 miliar, Ijen Nirwana pun langsung mengucurkan kewajibannya. Sedang, perusahaan Bakrie lainnya sampai sekarang belum memenuhi kewajibannya,’’ paparnya.
Usut punya usut, enam perusahaan Bakrie di Jatim enggan membayar kewajibannya ke Arema melalui Ijen Nirwana karena logo perusahaan mereka tidak dicantumkan di kostum pemain Arema. Yang di pasang hanya logo Ijen Nirwana saja. ‘’Persoalan ini memang kelihatan sepele. Tetapi, karena merasa ikut bertanggung jawab, mereka pun mungkin pikir-pikir kalau diperlakukan seperti itu,’’ ucapnya.

Hal lainnya yang menjadikan mereka enggan membayar Rp 3,5 miliar, bisa jadi karena tidak semua usaha mereka sebagus Ijen Nirwana. Sebagai contoh, bisnis Minarak di Jatim hingga hari ini belum ada tanda-tanda berjalan baik. Sebaliknya, justru Minarak terus diuber-uber warga korban lumpur Lapindo.
Ditambahkan dia, karena merasa sangat bertanggung jawab terhadap kelangsungan Arema Ijen Nirwana berniat nalangi Rp 3,5 miliar. Tetapi, persoalannya karena tidak ada jaminan kapan uangnya bisa dikembalikan Grup Bakrie lainnya di Jatim, Ijen Nirwana pun pantas untuk pikir-pikir.

‘’Bisa saja, Ijen menggunakan uang modal kerjanya. Tapi, kalau tidak ada jaminan dan uang terlanjur dicairkan ke Arema, maka Ijen akan ke-ponthal-phontal. Bisa-bisa bisnisnya akan terganggu karena modal untuk bangun rumah terlanjur kenyut,’’ kilahnya sembari tersenyum.

Sementara itu dari investigasi MP menunjukkan, jika Rp 3,5 miliar itu cair maka uang itu tidak akan ada sisa sepersenpun. Selain untuk membayar gaji pemain sekitar Rp 800 juta (1,5 bulan per pemain), sisa kontrak yang harus dibayar cukup besar. Karena rata-rata pemain baru kontraknya baru dibayar 25 persen.
‘’Kalau tidak salah, paling mahal Herman Dzumafo. Nilai kontraknya sekitar Rp 450 juta dan baru diterima dia 25 persennya. Kalau saya jadi pemain, tentu kondisi ini sangat menyulitkan. Di satu sisi disuruh main bagus, tapi di sisi lain bayaran tidak terima,’’ pungkasnya.

#Salamsatujiwa

Via : Malang post

Gawat, 1 Pemain Arema ISL Cedera Lagi


Badai cedera kembali menerpa skuad Arema ISL. Setelah N’Kong, Arif Arianto dan M Ridhuan cedera, kali ini Waskito Sujarwoko juga mengalami hal yang sama.

Tentu saja ini sedikit menganggu persiapan Arema ISL jelang menghadapi Deltras Sidoarjo. Woko-panggilan akrab Waskito-mengalami cedera cukup parah, pada saat tim menjalani latihan fisik di lapangan Family Club Araya, kemarin pagi (5/6).

Akibat cedera itu, mantan pemain Persekam Metro FC inipun divonis absen hingga 10 hari kedepan. “Waskito cedera hamstring kiri. Ototnya ketarik waktu latihan tadi,” ujar Fisioterapis Arema ISL, Yanuar Fadly.

Menurut Yanuar, penyebab cedera hamstring yang diderita oleh Waskito karena, ia saat berlari terlalu bertumpu pada kaki kirinya. Pilihan pemain muda ini bukannya tanpa alasan, karena kaki kanan belum sepenuhnya pulih dari cedera sebelumnya.

Akibat mengalami cedera tersebut, Fisioterapis lulusan Universitas Esa Unggul Jakarta ini memastikan Waskito tak dapat turun saat Singo Edan menjamu Deltras Sidoarjo 12 Juni mendatang di stadion Kanjuruhan Malang.

Yanuar hanya berharap, dengan metode terapi yang akan diberikannya Waskito dapayt segera pulih lebih cepat dari perkiraannya. “Lawan Deltras gak bisa main. Ia baru pulih bisa pulih 7-10 hari,” ungkapnya.

Dengan absennya Waskito membuat Pelatih Suharno tak cukup banyak memiliki pilihan di posisi pemain bertahan. Walaupun mantan pemain Metro FC musim lalu ini jarang mendapatkan kesempatan bermain.

#Salamsatujiwa

Via : Ongisnade.net

Hesketh Kian Tenggelam


MALANG- Bukan hanya Alain N’Kong saja yang kini tengah berada dalam sorotan. Dalam skuad Singo Edan, masih ada legiun impor lain yang menjadi buah bibir karena dinilai mengalami degradasi prestasi. Kali ini sorotan diarahkan kepada defender asal Australia, Steven Lewis Hesketh.

Sejak putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 digulirkan, nama Hesketh selalu menghiasi daftar starting line up klub berlogo kepala singa. Bila bukan karena cedera atau akumulasi kartu, pemain kelahiran 15 Desember 1988 itu hampir pasti menjadi opsi utama di sektor pertahanan Singo Edan. Entah dimainkan sebagai stopper, bek kiri ataupun gelandang bertahan.
Tandemnya di lini belakang pun acapkali berganti. Mulai dipasangkan dengan Charis Yulianto, Seme Patrick, Munhar hingga Johan Ibo.

Tercatat, penggawa berusia 23 tahun itu bermain sebanyak 15 kali sebagai starter di paro awal musim ini. Di empat laga awal putaran kedua, mantan pilar Perth Glory ini masih menjadi pilihan utama.
Namun segalanya berubah saat memasuki laga kelima, tepatnya kala Arema menjamu Pelita Jaya FC di Stadion Kanjuruhan, 28 April lalu. Hesketh melakukan blunder yang membuat Greg Nwokolo dengan mudah menjebol gawang tuan rumah yang dikawal Kurnia Meiga. Tak mau mengambil resiko, pelatih Singo Edan kala itu, Joko ‘Gethuk’ Susilo lantas menarik keluar pemilik nomor punggung 32 itu dan digantikan Johan Ibo hanya berselang tiga menit setelah gol Greg tercipta. Beruntung Arema akhirnya mampu memenangkan laga tersebut dengan skor akhir 3-2.
Pasca insiden blunder tersebut, Hesketh tak lagi mendapat tempat di dua pertandingan beruntun.

Sekalipun masuk daftar rombongan tur away ke markas PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta, statusnya hanya menjadi penghuni bench. Kesempatan tampil baru dimilikinya saat Arema meladeni Persisam Samarinda (12/5) dengan Suharno sebagai nakhoda baru klub berlogo kepala singa. Kali ini dia tampil apik sebagai pengganti Alfarizi yang ditarik keluar pada menit ke-65 karena mengalami kram.
Performa impresifnya berbuah kepercayaan pelatih kepadanya untuk tampil sebagai starter saat Arema menjamu Mitra Kukar Tenggarong (17/5). Namun, lagi-lagi blunder dilakukan pemain yang musim lalu sempat membela Deltras Sidoarjo tersebut. Karena lambannya menutup pergerakan Zulham Zamrun, pemain Mitra Kukar bernomor punggung tujuh itu sukses menggetarkan gawang Arema pada menit ke-31.

Hesketh pun kemudian langsung digantikan Khusnul Yuli pada menit ke-34.
Dampaknya, Hesketh tak masuk daftar rombongan tur away Sumatera. Tak ada nama pemain Namun tim pelatih berkilah alasan tidak memboyong pemain asal Australia bagian barat itu lantaran kondisinya yang cedera ringan. Bahkan saat kondisinya sudah membaik, Hesketh belum juga mendapat tempat reguler saat Arema tampil home menjamu Persidafon Dafonsoro (31/5).

Dengan semakin merosotnya kepercayaan pelatih, bukan tidak mungkin pemain yang akrab dipanggil Steve itu bakal semakin sulit menembus skuad inti. Terlebih kini performa Munhar dan Johan Ibo tengah moncer sebagai pilihan pendamping Seme Patrick di lini belakang. “Bukan berarti Hesketh tidak bagus. Semua pemain punya peluang yang sama. Kita namakan ini persaingan sehat. Siapa yang dinilai lebih siap, dia yang diturunkan,” ungkap head coach Arema, Suharno berkomentar.

#Salamsatujiwa

Via : Malangpost

Beban Semakin Berat, Andalkan Pemain Senior


Arema ISL memang tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir. Namun justru rekor ini akan membuat beban skuad Singo Edan semakin bertambah.

Salah satu hal yang membuat beban semakin berat adalah jangan sampai Arema ISL kalah di lima pertandingan sisa musim ini karena bisa membuat posisi Arema merosot di klasemen sementara ISL. Untuk itulah, pemain-pemain senior yang saat ini berada di tim akan diandalkan oleh pelatih Suharno.

Bahkan saat latihan di lapangan Family Club Araya, Selasa (05/06), Suharno mengajak diskusi lima pemain yang dianggap senior di tubuh tim. Lima pemain itu adalah Herman Dzumafo, Charis Yulianto, Khusnul Yuli, Seme Patrick dan Ahmad Kurniawan. Mantan pelatih Persiwa ini meminta kelima pemain tersebut untuk membantunya di lima pertandingan sisa.

“Lebih pada persoalan teknis saja. Saya katakan sama mereka bantu saya, dan saya akan bantu kalian”, beber Suharno.

Pelatih yang saat ini berdomisili di Sengkaling ini mengungkapkan jika kelima pemain senior tersebut menjadi wakil dari pelatih ketika ada di lapangan. Karena itu, Suharno berharap para pemain senior ini dapat menuntun pemain Arema yang saat ini masih tergolong pemain-pemain muda.

“Tugas pemain senior untuk menjembatani pemain muda dengan pelatih. Kadang-kadang pemain muda itu masih sungkan sama pelatihnya, Kalau seperti itu kan enak, pemain gak ada rasa takut ke pelatih,” ujar pelatih saat ini berumur 52 tahun ini.

Suharno juga tak sungkan meminta kepada para pemain senior ini agar memberi masukan padanya baik masalah teknis maupun non teknis. “Kalau ada keluhan dari pemain lain, saya minta segera sampaikan ke saya,” pintanya.

Dengan adanya cara ini diharapkan Arema ISL mampu lolos dari zona degradasi di akhir musim. Cara Suharno untuk menghilangkan beban pemain ini juga diiyakan oleh Herman Dzumafo. Pemain asal Kamerun ini menyebut jika pemain senior wajib menjaga kekompakan tim sehingga bisa tampil lebih baik lagi kedepannya.

“Kita sebagai senior, harus bisa bantu menjaga kekompakan tim. Saya pikir, kekompakan tim saat ini sudah bagus. Semua mau ikut bantu Arema. Tapi itu harus terus ditingkatkan,” tandasnya.

#Salamsatujiwa